Gadis Korea yang Menggoda dengan Gairah Tak Tertahankan
Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. Saatnya, pikirku. Simontok ahh..” Sayang, jangan mendesahkan nama Tuhan sekarang, paling tidak jangan saat ini. oohh.. Kami berdua tanpa terasa saling berpelukan, tertawa-tawa, membiarkan adegan tak senonoh itu dilihat orang di sekitar kami. “Nih..” ujarku saat mengecup bibirnya dan dadanya. Mendadak saat itu aku ingin menelepon Enni dan meminta maaf.—————————————“Ray..?” “Ah, sorrie..” sahutku cepat. Hehehehehe!Dalam perjalanan, Nia lalu bercerita bagaimana semenjak lulus SMU ia selalu berusaha melupakanku dan menolak setiap lelaki yang berusaha mendekatinya. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. Nia mengangkat kepalanya dan memandang ke bawah.



