Gairah Liar India

Mata ke televisi tapi pikiran dan badan masih terasa melayg, belum mendarat setelah tadi terbang berkali- kali.“Sayang…”
“Ya tuan?”
“Lho, kok tuan?”
“Yaaa… kan saya pembantu…”
“Tapi aku cinta padamu!” Aku menunduk.Aku juga cinta pada tuanku… Tapi aku duduk di tempat berbeda.“Saya masih tetap hanya pembantu.”
“Aku tdk peduli! Bokep Montok Kak Edo masih tertidur pulas. Aku mens semalam, dan sekarang semuanya jadi kotor. Apa kata keluarga, apa kata Bapak dan Ibu? Saya mengerti kalau nanti Kakak harus pergi. Nanti akan kembali lagi ke luar negeri. Rangsangannya luar biasa. Aku bukan… aku bukan tuan. Kalau tuan mau meniduri saya… rasanya bahagia.”
“Jangan… jangan bilang begitu…” Aku tersenyum sedih.Aku mengangkat wajah, memandangnya. Memakai rambut untuk mengelap penis merah tua, yg kepalanya licin merah muda.

Gairah Liar India